Intipesan Network

Trik Adaptasi Digital di Lingkungan Kerja Konservatif

Menghadapi manajemen kantor yang enggan berinvestasi pada teknologi modern atau atasan yang alergi dengan sistem baru sering kali bikin frustrasi. Namun, menurut Lala Lavita, pakar dan praktisi komunikasi dalam  Seminar Secretary Summit yang berlangsung pada minggu lalu di Jakarta, memaksakan perubahan dari atas ke bawah bukanlah langkah yang bijak.

“Pengalaman saya mengajarkan bahwa kita tidak bisa minta perusahaan atau orang lain berubah begitu saja. Yang bisa kita lakukan adalah menunjukkan buktinya secara nyata,” ungkap Lala saat menanggapi curhatan seputar hambatan digitalisasi di tempat kerja.

Daripada terus menuntut fasilitas pelatihan modern yang tak kunjung disediakan manajemen, ia menyarankan para profesional untuk bergerak lebih dulu secara mandiri. Mulailah dari hal kecil—seperti memanfaatkan tools AI atau Canva untuk memoles laporan kerja sehari-hari. Ketika rekan kerja atau atasan melihat hasil visual yang menarik dan efisien, ketertarikan mereka akan terbangun secara alami.

Di sisi lain, menjembatani gap generasi—terutama dengan kalangan Boomer yang terbiasa nyaman dengan metode manual—membutuhkan kombinasi antara kesabaran dan kecerdikan proteksi diri. Lalapan menekankan pentingnya disiplin jejak digital dalam berkoordinasi. “Saya selalu pegang bukti tertulis. Kalau koordinasi terjadi di luar jalur formal, biasakan ambil tangkapan layar dan konfirmasikan ulang lewat email resmi agar wewenang dan tanggung jawab tetap berada di jalur yang benar,” pungkasnya.