Dipindahkan ke divisi baru dengan persepsi atau labeling negatif dari pimpinan lama kerap membuat langkah terasa berat. Namun, menurut pakar personaliti dan Pendiri OQ Modeling, Okky Asokawati, momen ini bukanlah akhir, melainkan kesempatan emas untuk meriset personal branding. Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Secretray Summit minggu lalu di JAkarta.
“Kita tidak pernah bisa mengontrol cara berpikir atau penilaian subjektif orang lain. Yang bisa kita kendalikan sepenuhnya adalah diri kita sendiri,” tegas Okky saat menanggapi pertanyaan seputar stigma kerja.
Untuk mengubah persepsi publik secara efektif, Okky menyarankan evaluasi mendalam atas pola kerja sebelumnya. Jika di tempat lama kita kurang proaktif atau pasif, maka di tempat baru kita harus mengambil sikap sebaliknya: lebih proaktif, menjaga bahasa tubuh yang mantap (power body language), serta konsisten memperlakukan rekan kerja dengan penuh rasa hormat.
Langkah ini juga menuntut keberanian untuk berhenti menyalahkan keadaan.
“Kalau ada masalah, refleks kita sering kali menunjuk ke luar—menyalahkan atasan atau lingkungan. Cobalah sesekali ‘terluncur ke dalam’. Tanyakan pada diri sendiri apa yang Tuhan ingin kita pelajari dari situasi ini,” ujar mantan Anggota DPR RI tersebut.
Refleksi mendalam inilah yang memunculkan kesadaran (awareness) untuk terus berkembang dan membentuk citra diri yang jauh lebih positif.