Intipesan Network

Strategi Corporate Communication
di Era Digital

Di era digital, tantangan Corporate Communication (Corpcomm) semakin kompleks karena narasi di media sosial berubah dalam hitungan detik. Menurut Anne W. Purba, VP Public Relations PT KAI (Persero)., mengelola komunikasi korporat hari ini menuntut keseimbangan antara empati, kejujuran, dan penguasaan teknologi.

“Kalau mau jadi juru bicara itu prinsipnya kita harus punya empati, data-minded, dan jujur,” tegas Anne.

Bagi praktisi Corporate Communication, teknologi kini menjadi alat vital untuk membaca algoritma, menganalisis sentimen publik, serta memetakan perilaku pelanggan dan pemangku kepentingan (stakeholders) demi menyaring komunikasi yang tepat.

Namun, kecanggihan data tidak akan bernilai tanpa pemahaman langsung di lapangan. Anne mengingatkan bahwa praktisi Corporate Communication tidak boleh hanya duduk manis membaca laporan di balik meja, baik dalam kondisi normal maupun krisis.

Lebih jauh Anne Purba juga menjelaskan, sebagai bagian dari komunikasi korporat, dirinya harus bisa menempatkan diri di posisi petugas lapangan, pelanggan, hingga orang-orang yang ada di stasiun dan di atas kereta. Pada akhirnya, reputasi perusahaan yang kuat hanya bisa dijaga ketika keputusan strategis Corporate Communication dilahirkan dari perpaduan empati yang mendalam, basis data yang kuat, serta kejujuran yang utuh.