Intipesan Network

Mengubah Resistensi Menjadi
Adopsi AI yang Humanis

Banyak organisasi masih melihat adopsi AI sebagai proses yang rumit dan memakan waktu. Namun, pengalaman Esther Loo menunjukkan hal yang berbeda. Dalam waktu hanya tiga bulan, sekitar 2.700 karyawan berhasil mengadopsi teknologi baru tanpa hambatan berarti.

Menurut Dr Esther Loo Chief Digital & Transformation Officer, Evolution Commerce, Singapura kunci keberhasilannya bukan terletak pada teknologi yang paling canggih, melainkan pada pengalaman pengguna.

“AI yang kami bangun sangat manusiawi, mengalir, dan menyenangkan bagi orang-orang,” ujarnya.

Ketika teknologi terasa alami dan benar-benar membantu pekerjaan sehari-hari, karyawan akan lebih mudah menerimanya.

Alih-alih mengandalkan pelatihan yang panjang, Esther memilih menunjukkan manfaat AI secara langsung. Ia bahkan membiarkan AI menangani pertanyaan pelanggan selama akhir pekan untuk membuktikan kemampuannya.

Hasilnya, tim merasakan sendiri bagaimana AI mampu mengurangi pekerjaan repetitif dan beban emosional yang selama ini mereka hadapi.

“Begitu mereka merasakan hidup yang lebih nyaman karena AI, mereka tidak ingin kembali ke cara lama,” kata Esther.

Pengalaman tersebut membuktikan bahwa perubahan paling efektif terjadi ketika orang melihat dan merasakan manfaatnya secara nyata.

Bagi Esther, transformasi digital yang sukses bukan soal seberapa canggih teknologi yang digunakan. Yang terpenting adalah bagaimana teknologi tersebut membantu manusia bekerja lebih efektif, sehingga AI hadir sebagai pendukung, bukan pengganti, peran manusia.