Intipesan Network

Tantangan Menerapkan Structured Interview

Menembus benteng perusahaan tradisional demi menerapkan metode structured interview menjadi tantangan nyata bagi setiap perusahaan. Hal ini juga dialami oleh Rehan dari Pakai Asuransi Tripakarta yang kemudian menyampaikannya dalam acara seminar 4th HRBP Summit 2026 minggu lalu di Jakarta.

Menanggapi tantangan tersebut, VP Human Resources PT Sukanda Djaja, Badai Widyastuti, menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dengan mengamankan dukungan pimpinan tertinggi. Beliau mendorong tim HR untuk membawa data konkret mengenai tingginya angka kegagalan rekrutmen akibat cara wawancara yang tidak tepat. Tanpa perlu menunggu budget sertifikasi, beliau menyarankan praktisi HR untuk belajar secara mandiri memanfaatkan berbagai resource yang ada.

Langkah taktis berikutnya adalah mendampingi user secara langsung di ruang wawancara, terutama untuk karakter user senior yang sulit diubah.

“Yang saya lakukan adalah saya dampingi, saya yang mengajukan pertanyaan behavior interview-nya,” ungkap Badai menceritakan pengalamannya dalam mengambil alih kendali wawancara.

Melalui cara ini, HR memastikan kandidat yang berkualitas tetap mendapatkan ruang (space) yang cukup untuk menunjukkan potensi dan keahlian terbaik mereka di depan jajaran direksi.

Selain mengawal user, Badai menjelaskan bahwa tim HR perlu memberikan pembekalan (debrief) kepada kandidat sebelum mereka bertemu dengan user yang intimidatif. Informasi terkait gaya komunikasi hingga latar belakang user harus dibagikan kepada seluruh kandidat secara adil tanpa adanya favoritism. Persiapan matang ini akan membantu kandidat yang benar-benar kompeten untuk menjawab pertanyaan dengan lancar dan menceritakan pengalaman teknis (hands-on) mereka secara mendetail.

Sebagai penutup, Badai mengingatkan agar keterbatasan sistem internal tidak menjadi alasan bagi HR untuk berhenti memberikan kontribusi maksimal.

“Jangan biarkan hambatan perusahaan tradisional menghambat teman-teman untuk perform,” tegasnya di akhir pemaparan.

Kombinasi antara validasi data, pendampingan wawancara, dan kesiapan kandidat menjadi kunci utama HR dalam menyelaraskan proses rekrutmen dengan target bisnis perusahaan.