Intipesan Network

Pengembangan HRBP Efektif Berbasis Formula 70-20-10

Banyak perusahaan masih terjebak pada asumsi bahwa pelatihan adalah jalan pintas terbaik untuk mencetak Human Resource Business Partner (HRBP) yang berkualitas. Namun, bagi Irwan Dewanto, Vice President Corporate HR TACO Group, kunci keberhasilan pengkaderan HRBP justru terletak pada pengalaman lapangan langsung. Hal ersebut disampaikannya dalam  seminar 4th HRBP Summit 2026 minggu lalu di Jakarta.

Irwan menegaskan bahwa efektivitas pengembangan talenta selalu mengacu pada riset berbasis metodologi 70-20-10 yang digunakan oleh berbagai perusahaan multinasional hingga korporasi keluarga berskala besar.

“Kalau kita mau belajar sesuatu, porsinya adalah 70-20-10. Sebanyak 70 persen itu didapat dari praktik langsung, 20 persen dari coaching dan mentoring, sementara pelatihan resmi atau training itu sebenarnya cuma 10 persen,” ujar Irwan.

Dalam praktiknya, porsi terbesar—yaitu 70 persen—diperoleh saat tim HRBP diterjunkan langsung menghadapi dinamika bisnis nyata. Irwan kerap mengajak timnya menghadiri rapat direksi atau bertemu pemilik perusahaan (owner) agar mereka memahami tantangan bisnis secara nyata, mengetahui kebutuhan data secara akurat, serta belajar merumuskan solusi secara presisi.

Adapun porsi 20 persen diperoleh melalui diskusi mendalam, sesi coaching, dan berdialog langsung dengan para pemimpin lini bisnis, seperti direktur penjualan maupun pemasaran.

Irwan mengibaratkan proses ini seperti belajar berenang. Seseorang tidak akan pernah bisa berenang hanya dengan menonton video tutorial—yang porsinya hanya 10 persen. Ia harus berani menceburkan diri ke dalam air untuk bertahan dan belajar (70 persen), lalu mengasah tekniknya lewat bimbingan orang yang lebih berpengalaman (20 persen).

Metode pengkaderan ini membuktikan bahwa ketika waktu dan sumber daya perusahaan terbatas, prioritas utama pengembangan HRBP harus difokuskan pada keterlibatan langsung dalam tantangan bisnis nyata.